Tag Archive 'bobotoh'

Apr 25 2009

Romeo Juliet dan Eksklusivitas Kebudayaan Bobotoh

Published by hevi.fauzan under Bandung, bobotoh, persib, renungan

Penulis : Hevi Fauzan

Kita tentu mengetahui, bahwa kota Bandung merupakan kota film di Indonesia. Apalagi ‎pada tahun 1926, di kota ini, dibuat film Indonesia pertama yang berjudul Lutung ‎Kasarung yang disutradarai oleh G. Krugers dan L. Heuveldorp dengan dukungan ‎Bupati Bandung saat itu R.A.A. Wiranatakusumah V.‎

Kemudian setelah itu, berbagai judul film dengan latar belakang kehidupan daerah ‎Bandung mulai bermunculan. Misalnya Karena Daster (1961), Toha Pahlawan ‎Bandung Selatan, Anak-anak Revolusi (1964), Tikungan Maut , (1966), Mereka ‎Kembali” (1972), Mat Peci Pembunuh Berdarah Dingin (1978), Sekuel film Kabayan ‎‎(90-an), Eulis Acih, Bunga Ros dari Cikembang, Ciung Wanara, Air Mata Mengalir ‎di Citarum, Rampok Preanger, Si Kabayan dll.‎

Continue Reading »

13 responses so far

Apr 21 2009

Bungkam atau Amnesia ?

Published by hevi.fauzan under Bandung, persib, renungan

Gara-gara pertandingan Persita – Persib besok dilangsungkan di Jalak Harupat, ‎saya jadi berpikir, kenapa pihak Persita memilih Jalak Harupat, yang notabene ‎telah menjadi kandang kedua bagi Persib Bandung selain Stadion Siliwangi. Satu hipotesa ‎saya adalah masalah pemasukan dari tiket. Pihak Persita pasti sudah memperkirakan, ‎bahwa pertandingan ini akan menarik bobotoh dan ditargetkan full. Jadi mereka akan memperoleh keuntungan dari pemasukan tiket.‎

Lalu pertanyaan saya beralih, kapan ya Persib punya stadion sendiri? Saya lalu ‎menghubungi mbah Google untuk menjawabnya.‎

Continue Reading »

2 responses so far

Feb 27 2009

Jangan Lacurkan Persib-ku

Published by hevi.fauzan under bobotoh, persib, renungan

Akhirnya saya bisa bernafas lega kembali, setelah meng-upgrade hosting persib.net yang sempet tutup ‎karena kehabisan bandwidth.‎

Tak sengaja, mampir ke situsnya Aremania dan mendapatkan kejutan yang sangat ‎hebat. Kejutan yang membuat aku berhenti beraktifitas, berfikir, kemudian menulis ‎curahan hati ini.‎

Continue Reading »

No responses yet

Next »