Aug 22 2009

Buka Puasa Massal – Romantisme Ramadhan

Published by hevi.fauzan at 23:40 under Arabia, Islam, TKI, renungan

Salah satu pengalaman menarik di Saudi adalah buka puasa massal. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh pemerintah Saudi setiap hari di bulan Ramadhan. Dilihat dari arti katanya, buka puasa massal menyerupai buka bersama di Indonesia dengan beberapa perbedaan tentunya. Kelebihan buka massal ini adalah :

Buka Puasa

Gratis, ya, buka puasa gratis artinya tidak dipungut biaya. Kita akan disediakan sebuah nampan besar berisi nasi dan 5 potong ayam, korma, kemudian minuman susu dan air kemasan. Setiap nampan akan diisi 5 sampai 6 orang, dan semuanya gratis tis.

Dilakukan disebuah tenda besar. Beberapa puluh menit sebelum waktu buka, ratusan, bahkan ribuan umat muslim dan non-muslim datang memasuki tenda tersebut. Tenda ini dilengkapi juga dengan AC, sehingga walaupun banyak pengunjung, udara di dalam tetap nyaman dan sejuk.

Buka Puasa Massal

Peserta buka massal ini berasal dari beberapa negara. Ada orang Saudi sendiri, India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, dan Indonesia tentunya. Jadi, di sana tidak ada sekat negara bahkan agama, siapapun mereka yg berniat buka puasa bagi muslim atau niat makan bagi non-muslim, dipersilahkan. Bahkan dalam 1 nampan tadi, saya bersama teman saya, kebagian duduk dengan orang India.

SMP, ada yg tau artinya? ya Sudah Makan Pulang, he3. Karena tidak disediakan tempat shalat, maka setelah makan, kami langsung bubar dengan cepat pula, dan bergegas menuju mesjid atau ke tempat lainnya.

Buka Puasa Massal

Acara ini memang baru bagi saya pribadi. Maklumlah, Ramadhan tahun kemarin saya berada di Qatif yang tidak mempunyai acara seperti ini. Saya mengagumi pemerintah Saudi yang peduli dengan menggelar acara seperti ini.

Dan saya pun bertanya : Kapan ya Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak bisa melakukan acara seperti ini di setiap bulan Ramadhan ?

buka puasa massal

Tema Terkait :

2 responses so far

2 Responses to “Buka Puasa Massal – Romantisme Ramadhan”

  1. dina-obenkon 22 Aug 2009 at 23:49

    hm..mun saya makan bersama duduknya bisa dekat ama siapa aja..kang hevi tau benda apa yg saya hindari. kalo aja ada yg bawa..saya ngibrit dah..

    makannya pake tangan bersama – sama?? tentu saya nyaman melakukan itu dengan kawan2 dekat saja. hihihi

    tapi thx 4 the report..lebuh memudahkan dalam membayangkan

  2. Bang Aswion 23 Aug 2009 at 9:52

    jadi keingetan waktu buka puasa di pesantren atau yayasan tertentu ^_^

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply