Aug 21 2009
Rindu Romantisme Ramadhan
Beberapa jam lagi, Ramadhan akan memasuki Saudi Arabia, negara tempat 2 kota suci, negara dimana pernah terlahir seorang Rasul Agung dan turunnya al-Quran.
Tetapi saya belum mengendus nafas Ramadhan di kota ini, selain bertambah ramainya pengunjung toko-toko dan bertambahnya omset penjualan buah2an d pasar. Sangat kontras dengan yang terjadi di Indonesia. Tembok pagar rumah yang tinggi memang mengurangi bahkan menutup interaksi antar tetangga di sini, sehingga tidak akan kita lihat pemandangan saling kirim makanan antar rumah, berbondong-bondong tua, muda, anak-anak melaksanakan untuk sholat taraweh ke mesjid-mesjid yang biasanya selalu penuh di awal bulan suci ini.
Padahal saya merindukan romantisme Ramadhan itu. Saya merindukan acara saling mengirim makanan, saya rindu acara ngabuburit naik kereta api, saya rindu acara buka bareng baik dengan keluarga atau sahabat, saya rindu acara sinetron Ramadhan yang lucu nan berbobot, saya rindu dibangunkan oleh remaja mesjid yang ribut berkeliling kampung, saya rindu makan sahur sambil nonton sepakbola Eropa, saya rindu acara tafsir Quran dan ekonomi syariah di salah satu stasiun TV, saya rindu semua yang hanya saya bisa dapatkan di Indonesia.
Ramadhan akan segera tiba, yang berarti 1 tahun perhitungan hijriah saya mengembara ke tanah yang dilabel suci ini. Insya Allah saya akan pulang Ramadhan depan, supaya bisa merasakan kembali romantisme itu.
Mohon maaf lahir batin, buat semua pihak. Semoga Allah mengampuni semua dosa kita, menerima puasa kita, dan mengabulkan semua permohonan kita semua. Amin.
Nawaitu Sauma syahri romdhona haadzihi sannati kullihi lillahi ta’aalaa.
Wassalam



semangat ah..sementara romantisme ramadhan dengan temen2 maya aja.. coz u r not alone…