Mar 02 2009

Persib dan Kambing Hitam

Published by hevi.fauzan at 1:19 under persib, sepakbola

Kambing hitam adalah kata majemuk dalam bahasa Indonesia yang mempunyai arti ‎yang berbeda dengan dengan kata asalnya. Kambing hitam adalah ungkapan bagi ‎sesuatu atau seseorang yang dituduh menjadi penyebab suatu akibat atau kejadian. ‎Jadi bukan kambing yang berwarna hitam, dicat hitam, atau gosong.‎

Cerita tentang kambing hitam, pelatih Persib Bandung Jaya Hartono menjadi ‎korbannya. Dalam beberapa pertandingan, beliau dituduh sebagi penyebab kegagalan ‎Persib Bandung mendulang kemenangan bahkan malah mengalami kekalahan. Dua ‎kali draw di kandang sendiri dan kekalahan dari Sriwijaya FC, membuat beberapa ‎tokoh bola kota Bandung menimpakan kesalahan ini kepada kang Jaya. Padahal ‎seperti kita ketahui, sepakbola adalah olahraga tim.‎

Tudingan kesalahan kepada Jaya Hartono kembali menguat, ketika Eka Ramdani ‎terang-terangan mengatakan bahwa strategi yang disampaikan oleh Jaya tidak jelas ‎dan detail, sehingga pemain bingung untuk menerapkannya di lapangan. Padahal ‎sebaiknya hal ini bisa disampaikan oleh pemain bersangkutan kepada Jaya Hartono ‎secara personal. Padahal Eka adalah kapten tim Persib, tak selayaknya Eka mengkritik ‎taktik, strategi, dan pendekatan yang dilakukan oleh Jaya Hartono kepada media ‎massa. ‎

Pendapat Eka ini dapat menimbulkan banyak akibat. Pertama, hubungan Jaya dan ‎para pemain termasuk Eka akan merenggang. Bukan tidak mungkin, pemain lainpun ‎mempunyai pendapat yang sama dengan Eka, namun enggan mengutarakannya. ‎Kedua, pendapat Eka akan ditelan secara bulat ditelan oleh bobotoh yang berada di ‎belakang Eka. Jika ini terjadi, maka bobotoh pun akan ikut mengkritik Jaya dengan ‎referensi perkataan Eka tersebut. ‎

Saya sangat menyesali ucapan Eka Ramdani ini. Sebagai kapten tim Persib sekaligus ‎pemain nasional, Eka selayaknya bisa menjadi penengah masalah yang terjadi dalam ‎sisi teknis permainan Persib Bandung. Jika ada kritik atau masukan kepada pelatih, ‎hendaknya Eka mengutarakannya secara pribadi kepada Kang Jaya. Dan saya juga ‎heran, mengapa Eka mengkritik Jaya di tengah kompetisi, tidak di awal ? Jika ‎memang pola pelatihan Jaya tidak cocok buat Persib, kenapa baru bilang sekarang ? ‎Dan juga jika strategi Jaya Hartono memang kurang baik, mana mungkin Persib ‎bercokol di posisi 4 dan masih mempunyai harapan untuk juara ?‎

Atau saya bisa saja saya berpendapat Eka berusaha menutupi penapilan buruknya dan ‎melemparkan kesalahannya tersebut kepada Jaya Hartono ? Bisa jadi.‎

Kritikan sang pemain pada media sepertinya ingin melepas tanggung jawab dirinya ‎dari keterpurukan tim, sang pemain tidak menyadari kalau kegagalan sebuah tim ‎bukan mutlak kesalahan sang pemimpin, tapi dari semua unsur yang ada didalamnya, ‎sangat disayangkan seorang kapten tim yang seharusnya ikut menjaga susana ‎kondusif malah membuat situasi tambah runyam, dengan sikap yang ditunjukannya ‎menggiring pada satu pertanyaan, masih pantaskan dia menyandang ban kapten?, atau ‎ban kapten hanya menjadi aksesoris belaka?.‎

Menjadi kambing hitam memang tidak mengenakkan, dan ini sedang terjadi pada Jaya ‎Hartono. Sudah menjadi tradisi, di kubu Persib, pelatihlah yang selalu menjadi ‎kambing hitam.‎

Tema Terkait :

One response so far

One Response to “Persib dan Kambing Hitam”

  1. Kontes Fajarserayaon 02 Mar 2009 at 17:07

    wlah…sepakbola terus bosss

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply