Mar 02 2009
Persib dan Kambing Hitam
Kambing hitam adalah kata majemuk dalam bahasa Indonesia yang mempunyai arti yang berbeda dengan dengan kata asalnya. Kambing hitam adalah ungkapan bagi sesuatu atau seseorang yang dituduh menjadi penyebab suatu akibat atau kejadian. Jadi bukan kambing yang berwarna hitam, dicat hitam, atau gosong.
Cerita tentang kambing hitam, pelatih Persib Bandung Jaya Hartono menjadi korbannya. Dalam beberapa pertandingan, beliau dituduh sebagi penyebab kegagalan Persib Bandung mendulang kemenangan bahkan malah mengalami kekalahan. Dua kali draw di kandang sendiri dan kekalahan dari Sriwijaya FC, membuat beberapa tokoh bola kota Bandung menimpakan kesalahan ini kepada kang Jaya. Padahal seperti kita ketahui, sepakbola adalah olahraga tim.
Tudingan kesalahan kepada Jaya Hartono kembali menguat, ketika Eka Ramdani terang-terangan mengatakan bahwa strategi yang disampaikan oleh Jaya tidak jelas dan detail, sehingga pemain bingung untuk menerapkannya di lapangan. Padahal sebaiknya hal ini bisa disampaikan oleh pemain bersangkutan kepada Jaya Hartono secara personal. Padahal Eka adalah kapten tim Persib, tak selayaknya Eka mengkritik taktik, strategi, dan pendekatan yang dilakukan oleh Jaya Hartono kepada media massa.
Pendapat Eka ini dapat menimbulkan banyak akibat. Pertama, hubungan Jaya dan para pemain termasuk Eka akan merenggang. Bukan tidak mungkin, pemain lainpun mempunyai pendapat yang sama dengan Eka, namun enggan mengutarakannya. Kedua, pendapat Eka akan ditelan secara bulat ditelan oleh bobotoh yang berada di belakang Eka. Jika ini terjadi, maka bobotoh pun akan ikut mengkritik Jaya dengan referensi perkataan Eka tersebut.
Saya sangat menyesali ucapan Eka Ramdani ini. Sebagai kapten tim Persib sekaligus pemain nasional, Eka selayaknya bisa menjadi penengah masalah yang terjadi dalam sisi teknis permainan Persib Bandung. Jika ada kritik atau masukan kepada pelatih, hendaknya Eka mengutarakannya secara pribadi kepada Kang Jaya. Dan saya juga heran, mengapa Eka mengkritik Jaya di tengah kompetisi, tidak di awal ? Jika memang pola pelatihan Jaya tidak cocok buat Persib, kenapa baru bilang sekarang ? Dan juga jika strategi Jaya Hartono memang kurang baik, mana mungkin Persib bercokol di posisi 4 dan masih mempunyai harapan untuk juara ?
Atau saya bisa saja saya berpendapat Eka berusaha menutupi penapilan buruknya dan melemparkan kesalahannya tersebut kepada Jaya Hartono ? Bisa jadi.
Kritikan sang pemain pada media sepertinya ingin melepas tanggung jawab dirinya dari keterpurukan tim, sang pemain tidak menyadari kalau kegagalan sebuah tim bukan mutlak kesalahan sang pemimpin, tapi dari semua unsur yang ada didalamnya, sangat disayangkan seorang kapten tim yang seharusnya ikut menjaga susana kondusif malah membuat situasi tambah runyam, dengan sikap yang ditunjukannya menggiring pada satu pertanyaan, masih pantaskan dia menyandang ban kapten?, atau ban kapten hanya menjadi aksesoris belaka?.
Menjadi kambing hitam memang tidak mengenakkan, dan ini sedang terjadi pada Jaya Hartono. Sudah menjadi tradisi, di kubu Persib, pelatihlah yang selalu menjadi kambing hitam.
Tema Terkait :
One Response to “Persib dan Kambing Hitam”
-
# Kontes Fajarserayaon 02 Mar 2009 at 17:07
wlah…sepakbola terus bosss


