Feb 22 2009

Dibalik Pengampunan Bobotoh

Published by hevi.fauzan at 12:29 under bobotoh, persib, renungan

Akhirnya, bobotoh Persib Bandung dapat menyaksikan tim kesayangan mereka langsung di stadion dengan menggunakan atribut Persib.  Walaupun pengampunan ini bersifat percobaan, artinya bobotoh akan kembali menerima hukuman jika kembali melakukan aksi anarkisme.

Hukuman tanpa atribut ini, dialami bobotoh setelah kejadian kerusauhan pasca kekalahan Persib bandung oleh Persija Jakarta di stadion Siliwangi Bandung, 20 Juli 2008. Dua hari kemudian, komdis menghukum bobotoh untuk tidak menggunakan atribut ketika mendukung Persib selama 1 tahun.

Bulan Januari kemarin,  pihak Viking sebagai perkumpulan bobotoh terbesar Persib, melayangkan surat Peninjauan Kembali (PK) dan keringanan hukuman kepada Nurdin Halid (NH). Pihak manajemen Persib sendiri mengirimkan surat PK pada tanggal 16 Februari 2009. Dan akhirnya pada tanggal itu, NH menandatangani surat pencabutan hukuman terhadap bobotoh.

Sekarang, bobotoh kembali bisa menggunakan atribut jika menonton Persib Bandung di laga-laga kandang. Karena masih bersifat percobaan, bobotoh kini lebih dituntut untuk lebih tertib dan dapat menerima hasil di lapangan.

Kembali ke surat PK di atas, nampaknya NH kembali menolong Persib Bandung, setelah kasus diampuninya Christian Gonzales. Mungkin dari sekian juta bobotoh cuma saya sendiri yang curiga, jika seandainya ada udang dibalik keputusan2 tersebut. Satu teman saya malah berkata, di pemilihan PSSI yang akan datang, pihak Persib atau Pengda Jawa Barat mau tak mau harus memilih NH, karena 2 jasanya ini kepada Persib Bandung. Saya hanya tersenyum kecil, karena tidak memikirkan hal tersebut ke arah sana.

Tambahnya lagi, dengan diampuninya bobotoh Persib, maka omset penjualan merchandise yang juga dimiliki oleh kelompok supporter tadi akan kembali meningkat pasca hukuman. Ini juga mungkin yang mendorong mereka mengirim surat kepada NH.

Mendengar 2 alasan tersebut, saya kembali tertawa polos. Masa sih harus kembali memilih NH ? Kemudian lagi, kelompok itu kan pecinta fanatik Persib, masa memanfaatkan nama Persib untuk memperkaya kelompok sendiri dan bahkan merugikan Persib karena selama ini tidak membayar royalti kepada Persib ?

Semoga Bermanfaat, wassalam.

Tema Terkait :

4 responses so far

4 Responses to “Dibalik Pengampunan Bobotoh”

  1. sennyon 24 Feb 2009 at 14:40

    bobotoh hrs ada yah??

    harus ada gimana maksudnya ?

  2. ichanxon 24 Feb 2009 at 20:55

    ah… Nurdin Halid….

    hehehe, sakti juga ya …

  3. [...] ‎sangat terlambat, karena sudah ada pihak yang berhasil menjilat NH, sehingga ‎hukuman bagi bobotoh berhasil [...]

  4. den9on 14 May 2009 at 11:03

    Bobotoh?

    Dulu bangga banget denger neh kata…..pendukung yg fanatis buat persibku.

    Tapi kini ngeri banget denger neh kata….pendukung yg anarkis dan lupa daratan.

    Bukan hanya di stadion sikap jeleknya di pake, dijalan raya juga ga jauh beda, emang jalan raya milik bobotoh???

    Pake nyuruh minggir dengan dorong2 kendaraan orang sambil teriak ” awas anj**g aing dek lewat”.

    Bobotoh?? oknum kali ya…? gak pantes di sebut bobotoh yg gitu mah…

    btw, setiap yg gabung komunitas bobotoh rata2 jadi punya rasa aing?? tanya kenapa ??

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply