Jan 31 2009
Lone Biker : Dammam – Qatif
Terobsesi dengan tulisan Bang Aswi tentang Lone Beaker di Bandung, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman lone biker saya di negara unta ini. Setiap hari kamis, saya biasanya pergi ke kota Qatif. Jarak antara kota Dammam, tempat saya tinggal dengan Qatif adalah 20 Km. Suatu jarak yang cukup pendek untuk ukuran bersepeda.
Biasanya, kebanyakan orang menggunakan jasa taksi untuk pergi dari Dammam atau sebaliknya. padahal ongkosnya lumayan murah, cuma 5 real. Tapi saya gunakan kesempatan bersepeda ini, untuk berolahraga. Selama seminggu duduk di kantor dan jarang melakukan aktifitas, malah membuat badan terasa pegal-pegal, bahkan sudah ada lemak bersemayam di pinggang dan perut.

Saya bertolak dari industrial area-nya kota Dammam menuju kota Saihat. Biasanya saya menggunakan jalan Mekah Mukaramah, karena jalan tersebut tidak melewati tengah kota Saihat, sehingga cenderung sepi. Ujung jalan Mekah adalah tugu, yang merupakan pintu masuk kota Saihat. Saya sebut tugu bunga, karena memang berbentuk bunga.
Dari sana, saya mengunakan jalan King Faisal, yang panjang dan lurus, dan berujung di kota Qatif. Selama perjalanan, kita akan mendapatkan daerah al-Badr, pinggir kota Ank, dan berujung di tugu air kota Qatif. Di tugu ini jalan bercabang 2 menjadi jalan King Faisal dan King Abdul Aziz.
Saya kembali menggunakan jalan King Faisal, melewati pasar Khamis (disebut pasar khamis karena cuma buka hari kamis saja), dan berakhir di Ohud Road. Di sana saya menuju rumah tempat teman-teman saya berada di daerah Qudaih atau orang Arab bilang Gudeh.
Begitu pula pulangnya, saya menggunakan jalan-jalan tersebut. Jarak 20 Km, dengan menggunakan sepeda dengan kecepatan sedang memakan waktu 1 jam.
Ada hal-hal yang menari kjika bersepeda di sini. Pertama kita harus hati-hati. Karena tak jarang orang Arab mengendarai kendaraan dengan ugal-ugalan dan mengebut. maka kita harus selalu waspada. Kemudian kita harus mempersiapkan sepeda dengan baik. Karena di sini tidak ada tukang tambal ban seperti di Indonesia misalnya, atau bengkel sepeda. Maka jika terjadi kerusakan atau ban bocor, maka kita harus menuntun sepeda tersebut. Ada baiknya jika nasehat Bang Aswi untuk melakukan pemanasan sebelum bersepeda kita lakukan. Dan juga, makanlah yang cukup, supaya badan kita tetap kuat saat mengendarai sepeda, khususnya bersepeda jarak jauh.
Selamat bersepeda.



Ha3, kalau dari Indonesia ya jauh.
Mana hujan suka turun ya?
Memang kalau di kota lain kecuali jogja yg ada jalur khusus (bener gak ya?), susah mau sepeda santai. Mobil, motor, dan polusinya sangat mengganggu.
Amin kang, semoga terlaksana.
[...] hari ini, saya ingin pergi ke Qatif naik sepeda. Tapi melihat keadaan yang belum normal, kayaknya [...]