Oct 31 2008

Tumbila Impor

Published by hevi.fauzan at 18:42 under Arabia, TKI, renungan

tumbila

Salah satu hal yang menarik di Saudi ini adalah keberadaan binatang bernama Tumbila. Tumbila (Cimex lectularius) adalah sejenis serangga dari famili Cimicidae dan makan dengan cara menghisap darah inangnya, termasuk darah manusia. Binatang ini sama ukurannya dengan kutu rambut, tidak bersayap, dan berwarna kecoklatan.

Binatang ini mempunyai 2 belalai yang digunakan pada waktu makan. Satu belalai digunakan untuk menyuntikan anti-koagulan dan anéstétik, sedangkan belalai yang lain digunakan untuk menghisap darah. Bekas gigitan tumbila akan terasa gatal beberapa waktu kemudian. Binatang ini sangat menganggu, terutama pada waktu tidur. Bayangkan, ketika saya atau teman lainnya asyik tertidur, tiba2 gatal2 akibat gigitan tumbila selalu mengganggu.

Konon katanya, tumbila yang berada di kamar ini merupakan tumbila impor dari Indonesia. Ceritanya : Pada saat TKI menunggu keberangkatan, mereka biasanya ditampung di mes perusahaan penyalur. Nah, di mes inilah banyak sekali tumbila yang berkeliaran dan berkembang biak. Para tumbila kemudian menaruh telur di tas para TKI. Setelah pemberangkatan, salah seorang TKI secara kebetulan, ditempatkan di rumah ini, sehingga tumbila yang terbawa dari Indonesia, beradaptasi dan berkembang biak di sini. Setelah beberapa waktu, keberadaan tumbila semakin banyak dan menganggu.

Perpindahan tumbila antar negara ini memang tidak dapat didteksi oleh pihak imigrasi, bea cukai atau bahkan karantina bandara. Sehingga, kesempatan pindah dari Indonesia ke negara lain, sangat terbuka. Tanpa paspor, visa, atau surat lainnya.

Tapi, mengapa mereka ingin berpindah ke luar negeri, khususnya Saudi ? Mungkin karena beberapa alasan. Mungkin saja karena alasan politik Indonesia yang kurang stabil, tidak tegasnya penegakan hukum terutama bagi para koruptor, lemahnya pondasi ekonomi negara, mahalnya biaya pendidikan, kesehatan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dll, yang membuat mereka tidak betah tinggal di indonesia dan mencoba peruntungan hidup di luar negeri, termasuk di negeri petro dolar, Saudi arabia.

Semoga, mereka berpindah ke tempat yang diharapkan. Jangan sampai beberapa kejadian yang menimpa para TKW yang ditindas oleh para majikannya, menimpa mereka pula. Saudi memang seperti surga, bahkan dekat. Tapi seperti halnya tempat lain, neraka pun sangatlah dekat.

Wassalam

Tema Terkait :

8 responses so far

8 Responses to “Tumbila Impor”

  1. dadanon 31 Oct 2008 at 18:50

    semoga tumila yang nulis ini sukses ya di negeri orang…….:)) :) ) :) )

    Yeeey, orang nulis ttg tumbila.

    amiin ;)
    thx, atas doanya

  2. adrian priambudion 31 Oct 2008 at 19:07

    Bisa jadi celah penyelundupan narkoba…

    Beurat2

  3. alion 31 Oct 2008 at 20:50

    wah, selain ekspor sda dan tki ternyata juga ekspor serangga ya.

    Iyah kang, hehehe …

  4. Yudha Ginanjaron 04 Nov 2008 at 15:14

    Klo di kantor kami Tumbila menjadi nama produk software
    walaupun sama dirjen telematika di Depkominfo di tentang
    garila ceunah mah :) )

    Kereen euy namanya. Tapi emang gila (kata dasar garila) ;)

  5. popon 05 Nov 2008 at 7:23

    Wah….kalo gitu berarti banyak juga tumbila yang sudah menjadi haji dan hajjah ya…

    Sebagian bu, kebetulan yang dikasih kesempatan dan ada rezekinya, singgah di Mekah pas musim Haji. :)

  6. Aang sura'angon 06 Nov 2008 at 16:16

    walah tumbila aja bisa pergi ke arab saudi, yang mungkin sekalian Umroh/ haji terus males balik…
    kenapa aku tidak bisa seperti tumbila untuk pergi ke saudi untuk ibadah?????

    ya deh smoga tumbila yang sudah naik haji jadi haji yg mabrur…
    he he he..

    salam kenal kang…

    Sami2 kang,
    masalah eta mah pasrahkeun ka Allah anu Maha Ngatur sagala rupina.

    Amin.

  7. andifon 16 Nov 2008 at 5:36

    hebat euy tumbila bisa ka Arab :(

  8. niaon 04 Dec 2008 at 9:37

    Aduuuh….gara-gara tumbila bisa rame juga yah…

    Muhun, ramai, gatal2

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply