Sep 05 2008

Ngabuburit

Published by hevi.fauzan at 1:01 under Bandung, Kereta Api

Sore tadi, saya bersama putra saya, Ngabuburit ka Bandung, mau ngambil souvenir yang dikirim Qwords ke bekas rumah saya di Bandung. Karena saya mendaftar pake KTP Bandung yang masih berlaku, maka souvenir pun dikirim ke sana. Souvenir ini (mungkin) dikirim karena saya telah berpartisipasi dalam Photo Blog Competition nya Qwords.

Dari Rancaekek, saya memilih menggunakan KRD (Baca : Kereta Rakyat Djelata). Disamping murah meriah, juga mengurangi polusi udara dunia, daripada jika menggunakan sepeda motor, halah.

Cipuja CC201-51Ketika sedang menunggu KRD, lewat kereta Cipuja jurusan Jakarta – Kroya. Entah mengapa atau disengaja, pintu mesin depan terbuka, mungkin Overheated, sehingga memerlukan AC alami.

KRD CC 201 100Akhirnya KRD yang ditunggu tiba

Setelah sampai di Ciroyom, kami berdua turun dan meneruskan perjalanan ke Cibuntu yang terkenal dengan industri Tahu-nya. Di sana, kami bersilaturahmi dengan para tetangga, sekalian mengambil paket yang sampai tadi pagi.

pwk cbt CC 203 08Kami pun kembali ke Stasiun Ciroyom untuk kembali ke Rancaekek menggunakan KRD. Di sana kami bertemu dengan KA jurusan Purwakarta Cibatu.

Tak lama setelah kereta tersebut berangkat, KA Argo Peuyeum jurusan Cianjur Bandung sampai di Ciroyom.

Argo Peuyeum Argo Peuyeum Argo Peuyeum

CiroyomTak lupa bernostalgia, karena dahulu pernah mempunyai rumah di sekitar stasiun Ciroyom. Tempat ini dahulu merupakan tempat parkir gerbong barang dan pasir. Dan daerah ini menjadi tempat bermain yang menyenangkan. Sebelum pindah ke Cibuntu, keluarga saya tinggal di daerah ini sampai tahun 1985.

CC 204 03

Setelah itu, saya meneruskan perjalanan menggunakan KRD. Di jalan bertemu Loko CC 204 03.

Tak lama kemudian, KRD memasuki stasiun Bandung. sebelumnya, saya sempat mengambil foto kereta Plasser.

Bandung Plasser Plasser

Di Bandung, suasana ramai dengan penumpang yang berebut naik KRD. Sempat pula mengambil gambar loko CC 201 99 dan loko CC 203 06.

KRD CC201 99 Argo Gede

Di sekitar Gedebage, KRD bersilangan dengan KA Sawunggalih (CMIIW).

CC 204 12

Sesampainya di Rancaekek, baru tahu bahwa KRD sangat penuh, sehingga penumpang sampai naik ke gerbong dan sebagian naik di loko. Sebelum pulang, sempat mengambil gambar KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya.

KRD Mutiara Selatan

Sesampainya di rumah, segera membuka bingkisan souvenir dari Qwords. erima Kasih saya ucapkan kepada Qwords, khususnya buat Rendy. Semoga sukses dan tambah maju Ren !

Tema Terkait :

3 responses so far

3 Responses to “Ngabuburit”

  1. aditon 15 Sep 2008 at 19:33

    i love KRD too (pecinta jalur cimahi – kircon he he)

    btw kang, banner blog ini mantab pisan, itu dipotretnya sendiri ?

    iyah, di sekitar rancaekek. tapi kereta nya kurang deket, hehe
    ;)

  2. andifon 27 Sep 2008 at 17:31

    wah di bandung masih tiasa menikmati kereta euy…
    jadi nineung naek kareta :(

  3. [...] merindukan romantisme Ramadhan itu. Saya merindukan acara saling mengirim makanan, saya rindu acara ngabuburit naik kereta api, saya rindu acara buka bareng baik dengan keluarga atau sahabat, saya rindu acara [...]

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply