Aug 24 2008

Kereta Api Rakyat

Published by hevi.fauzan at 17:14 under Kereta Api, renungan

Bukan berarti Kereta yang kotor bin dekil tak terurus, akan tetapi Kereta yang membantu transportasi rakyat baik di bidang Ekonomi, Sosial, dll.

Bergelantungan di Loko Bergelantungan di Loko

Pedagang dan Penumpang KRD Ekonomi sahabat rakyat Kereta Api Rakyat

Pedagang Keramik Plered Pedagang Keramik Plered

Click gambar untuk memperbesar …

Tema Terkait :

6 responses so far

6 Responses to “Kereta Api Rakyat”

  1. deniaron 24 Aug 2008 at 20:18

    Sip2 walau pakai kata2 ‘rakyat’ bukan berarti kualitas jelek

    Betul, KA tersebut justru membantu meringankan pengeluaran para rakyat

  2. Yudha P Sunandaron 25 Aug 2008 at 0:29

    justru itu lah masalahny. karena membantu rakyat, jadi ngak diurusin ama perusahaan kereta api-nya. mereka kan cuman menghargai uang, bukan rakyat.

    Harga KA Bandung – Purwakarta adalah Rp. 2000 / penumpang (bulan Februari 2008). Berarti untuk mengejar profit, maka ada 2 jalan. Pertama, mengurangi pengeluaran (maintenance dan bahan bakar) yang berimbas pada kurang baiknya kualitas gerbong dan loko. Kedua, menambah pemasukan dengan memperbanyak kuantitas penumpang, yang mengakibatkan penumpang membludak dan berdesakan.

  3. aditon 25 Aug 2008 at 12:53

    sejauh yg saya ketahui PT KAI merugi dalam penyelengaraan kereta api ekonomi, harga yg dikenakan sudah sangat murah dan menurut saya itu membantu rakyat

    sayangnya rakyatnya sendiri banyak yg kurang peduli thdp PT KAI, gerbong dicorat-coret, banyak yg gak bayar, kebersihan tidak dijaga

    belum lagi masalah di luar penumpang, seperti banyaknya pelemparan batu di kiri-kanan rel, pencurian rel maupun pengrusakan palang pintu kereta api

    so ?

    Berubah menjadi perusahaan yang profit oriented, misalnya Pt Telkom? Kalau perlu berubah status kepemilikan menjadi Tbk (tapi jgn djual ke tangan asing ;) ). Semoga bisa lebi effisien dan lebih baik.

    Bener juga sih, kadang saya lihat penumpang bayar KA ekonomi di atas Kereta. Bahkan saya juga pernah lihat dua kondektur sedang membagi hasil tadi. Karena melihat saya, mereka langsung membalikan badan dan berbisik2. Kalau gak merasa salah gak akan sembunyi seperti itu.

  4. 1ianon 26 Aug 2008 at 21:20

    Hidup! kereta yang membantu rakyat. Makanya makin kesini makin dekil. Karena rakyat, Kereta jadi kalah bersaing dengan travel (jarak dekat) dan pesawat (jarak jauh). Contohnya keluarga saya yang dari dulu pake kerta Bandung-Jakarta udah beralih ke travel dari setahun lalu. Mendiskon harga juga malah bukan membuat kereta makin popular, malah makin terpuruk. Karena pelayanan semakin buruk.

    Apalagi jika sudah menyerempet masalah “Ngaret”. Pokoknya makin kesini kereta kita semakin “merakyat”.

    Maka tinggal tunggu waktu aja, seiring kualitasnya. Waktu berjalan, PT KAI tak beranjak…

    I love Train, so Saya lebih suka pake Kereta daripada travel. ;)

  5. [...] Rancaekek, saya memilih menggunakan KRD (Baca : Kereta Rakyat Djelata). Disamping murah meriah, juga mengurangi polusi udara dunia, daripada jika menggunakan [...]

  6. bemzinsideon 06 Sep 2008 at 19:16

    wes fauz,,,tos lami teu tepang,,damang kang..??ngiring komen ah..:-)

    ngeliat tulisan nya jadi inget waktu SMU,,karena lokasi sekolah deket ama stasiun KA bandung(SMU 6),,banyak temen” yang rumah nya nun jauh disana(rancaekek,cimahi dll) bersekolah di smun 6..dan mereka kLo ditanya kesekolah naek apa??,,dengan bangganya ngejawab pake bahasa inggris,,we are going to school by train :-D ..

    Alhamdulillah sae, mangga…

    Muhun, selain membantu ekonomi, juga membantu para pelajar yang tinggal di kota satelit sekitar Bandung, spt Cicalengka, Rancaekek, Cimahi sampe Padalarang. Sebagai tambahan, jika ingin melihat pelajar Bandung (terutama ce-nya) naik kereta, tunggu saja di stasiun besar Bandung pada jam masuk dan bubar sekolah. hihihi ;)

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply