Aug 05 2008

Yang Persib Butuhkan

Published by hevi.fauzan at 22:29 under bobotoh, persib, renungan, sepakbola

Kemenangan 3-1 Persib Bandung atas Persik Kediri membuktikan bahwa dapat dikatakan Persib tidak membutuhkan bobotoh. Tanpa dukungan bobotohnya, para pemain Persib bahkan mampu mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka, walau kelelahan nampak di wajah mereka.

Bermain di Siliwangi merupakan beban tersendiri buat Persib. Persib selalu dituntut untuk menang di setiap laga kandangnya. Karena jika kalah, maka kejadian akibat sebagian bobotoh tempo hari, akan selalu terjadi di Siliwangi. Beban berat inilah yang membuat para pemain tidak mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Yang Persib butuhkan dari bobotoh hanyalah kewajaran. Wajar dalam mendukung, wajar dalam menyikapi permainan, dan wajar dalam menerima hasil pertandingan. Tidak perlu mendukung Persib dengan fanatisme berlebihan, apalagi dengan sikap anarkis dan bahkan memusuhi supporter tim lawan.

Jangan menganggap Persib sebagai tim yang terhebat. Persib hanyalah tim biasa yang sejajar dengan tim lainnya. Adakalanya menang dan kalah menghampiri. Jika menang, sikapi dengan kewajaran juga, begitu pula dengan kekalahan.

Yang membedakan Persib dengan tim lainnya hanyalah sejarah, terutama sejarah tahun 90-an. Dan biarlah sejarah menjadi sejarah, menjadi cermin langkah ke depan, dan bukan menjadi sebab kesombongan apalagi penyakit kekuasaan.

Untuk pemain Persib, selamat dan semoga beruntung.

Nb : Orang yang pertama mengucapkan selamat atas kemenangan Persib kali ini malah seorang Jakmania. Betapa indahnya persahabatan.

Random Posts

6 responses so far

6 Responses to “Yang Persib Butuhkan”

  1. Yudha P Sunandaron 06 Aug 2008 at 0:38

    mungkin lebih baik sepakbola di indonesia cukup dinikmati di layar kaca aja. penontonya belum pada dewasa dalam menyikapi pertandingan dan perbedaan.
    goodluck untuk persib. viking…??? ke laut aja lu… hehehehe

    Gak rame atuh kang kalau nonton di TV Mah. Masih banyak koq bobotoh yang dewasa, cuma masalahnya, bobotoh yang anarkis lebih banyak dan tak terorganisir dengan baik.

  2. hakimteaon 06 Aug 2008 at 4:12

    mantab euy Persib… tapi kalo dibilang Persib nggak butuh bobotoh… ntar dulu…! Persib juga butuh bobotoh tapi bobotoh seperti apa…? Yang pasti bobotoh dewasa dalam menonton sepakbola secara langsung bukan bobotoh kekanak-kanakan dan anarkis… Hidup Persib!

    Satujuh

  3. ibunkon 06 Aug 2008 at 13:49

    Sip..Junjung Tinggi Fair Play dah….Kayak SFC aja deh…kalah menang biasa kok….

    iyah, idealnya begitu.

  4. ibun lungsuron 08 Aug 2008 at 1:20

    Nah gitu… PERSIB menang tanpa Viking…

    HIDUP PERSIB…!!!
    HIDUP BOBOTOH..!!!
    PIS..LAH

  5. scratchzon 08 Aug 2008 at 16:18

    hehe, iya setuju! Apalgi kata-kata yg di nb : “Betapa indahnya persahabatan.”
    Lha wong sama-sama orang Indonesia kok. G ada gunanya berseteru. Lebih baik mari kita bersama-sama membangun bangsa! Setuju!! :D

    se7

  6. asepon 18 Aug 2008 at 21:02

    maju terus persibku,
    salam anjing buat si rusuh viking…
    persib lebih eksis tanpamu
    buabrin aja tuh viking,
    lebih baik seperti dulu hanya dgn nama BOBOTOH only
    nama bobotoh lebih terdengar elegan,tidak kampungan dan terkesan lebih berada dihati bahkan didarah persibku.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply