Jul 22 2008

Tidak Akan Membawa Anak Nonton Persib

Published by hevi.fauzan at 15:24 under bobotoh, persib, sepakbola

Saya, sebagai bapak seorang putra berjanji tidak akan pernah membawa anak saya untuk menonton pertandingan Persib. Mengapa, karena ada hal-hal yang menurut saya negatif dan kurang cocok bagi perkembangan pribadi anak.

Nilai tersebut terkandug dalam yel-yel yang selalu disuarakan oleh sebagian besar bobotoh Persib. Saya mencatat setidaknya ada 2 yel-yel yang liriknya mengandung kata kasar tersebut, seperti :

Viking Bonek sama saja,
asal jangan The Jak,
The Jak itu anj***

dan yel-yel yang berujung pada kalimat :

… The jakmania dibunuh saja …

Saya hanya bertanya, apakah orang Bandung yang katanya mempunyai jiwa kreatif dan berselera seni yang tinggi tidak mampu menciptakan yel-yel yang membangkitkan semangat patriotik dan membawa ke arah hal yang positif serta sportif?

Saya tidak ingin, anak saya menyanyikan lagu tersebut dan menganggap lirik lagu tersebut merupakan hal yang sepele. Bagaimanapun lagu adalah sastra yang mampu menggugah perasaan, baik perasaan pelantun atau perasaan pembaca/pendengarnya. Saya tidak ingin, jika nantinya dia akan menganggap bahwa kata-kata yang memperolok atau merendahkan seperti kata anj*** di atas merupakan kata yang sepele sehingga dia gunakan dalam kehidupan sehari-harinya. Saya juga tidak ingin kelak, kata bunuh masuk dalam alam bawah sadar sebagai hal yang sepele juga.

Alangkah indahnya jika lagu atau yel-yel tersebut mengandung kata-kata positif sehingga dapat membawa perasaan yang positif baik dalam mendukung Persib saja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Selama lirik yel-yel tersebut masih dipakai, maka haram hukumnya bagi anak saya untuk menonton di Siliwangi. Berlebihan ? Saya rasa tidak.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkannya). Janganlah pula wanita-wanita (memperolok- olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan itu) lebih baik daripada wanita (yang memperolok-olokkannya). Janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (Q.S. Al-Hujuraat 49:11).

Wassalam

Random Posts

14 responses so far

14 Responses to “Tidak Akan Membawa Anak Nonton Persib”

  1. hobi lemparon 22 Jul 2008 at 18:42

    Saya akan tetap membawa anak saya ke stadion berikut dengan sebuah MP3 ditelinganya. Lagunya tentu saja Kang Ibing.

  2. Anison 22 Jul 2008 at 21:59

    The Jak itu apa ya? Gak ngerti, gak pernah nonton bola.

    The Jak = Jakmania Supporternya Persija Jakarta

  3. pop_iceon 23 Jul 2008 at 13:13

    Saya juga tidak setuju dengan dilibatkannya anak-anak saat menonton sepak bola langsung di stadion. Mereka riskan terkena hantaman keras baik fisik maupun mentalnya. Selamatkanlah anak buah kita dari hal-hal yang paling buruk. Hanya kita orang tuanyalah yang bisa melindunginya.

    Muhun satuju pisan bu, ada bahaya yang sedag mengintai generasi muda kita di stadion

  4. Bolasinemaon 23 Jul 2008 at 16:25

    Setuju pak ! Banyak kata-kata dan perilaku tidak pantas diperlihatkan dan terdengar kala kita menonton bola di stadion. Ini tidak baik untuk perkembangan anak kita semua, dan generasi penerus bangsa khususnya. Apakah alih generasi suporter akan menghasilkan suporter yang lebih baik ? Tergantung kita semua. Hidup bolamania…!

    Yup, terserah pada diri kita masing-masing. Dan perubahan memang harus dimulai dari diri itu sendiri.

  5. ErSyaon 17 Aug 2008 at 19:30

    SetUju…
    Kn kLo LgUnya baIk” pSti g aKan Ada aCra rUsuh”!!

    Tp Sy pndUkung PerSija… So,, Sy g BgtU tw PerSib

    PEACE Y

  6. jakon 13 Sep 2008 at 17:21

    nah…kalo anak bobotoh bgini smua…gue doyan..

    oke…salam damai buat semua suporter,,tanpa terkecuali..

    THE JAK-VIKING EMANG RIVAL,,TAPI..RIVALITAS TAK HARUS ANARKI..

    http://www.thejaknarogong.blogspot.com

  7. hendra bimaon 10 Jun 2009 at 20:08

    mau gimana lagi bos, kalo 1 pihak udah memprovokasi…yah peluangnya besar pihak ke 2 naik darah

    viva THE JAK

  8. jakmaniaon 10 Dec 2009 at 9:09

    aneh…gue kira pertama kali pas datng ke bandung bwat kuliah di ITB, orang2 bandung ramah..
    tapi pas denger kata2 pergaulan mereka* (segelintir,tapi banyak) yang begitu akrab dengan kata2 an****…,jadi berubh pikiran gue
    bahkan ketika mengadakan acara disebuah SMA,ada papan pengumuman di sekolah tersebut yg bilang
    “hilangkan kata2 anj*** dari bahasa pergaulan sehari2″
    ck ck ck ck
    bahkan anak kecil di sekitar kosan cisitu,sudah terbiasa dengan kata2 tersebut….
    apa kata an*** sudah masuk ke dalam kosakata bahasa pergaulan bwat orang bandung?

  9. saif atsaliston 10 Dec 2009 at 10:08

    Alhamdulillah…
    Akhirnya datang juga pengakuan akan tidak suportifnya lagu2 makian.
    Saya terkadang lucu (bahkan srimulat kalah lucu) jika tayangan pertandingan yang disaksikan jutaan mata, harus dikotori oleh lagu2 seperti itu.
    Padahal, pertandingan yang ada bukan Persib vs PERSIJA.
    Insya Allah, regenerasi suporter yang akan datang mampu meningkatkan kualitasnya…
    Sangat ironis, jika mengingat Bandung dikenal kota yang banyak melahirkan musisi2 kreatif.

    Wassalam..

    Spreading PERSIJA Reality…

  10. saif atsaliston 10 Dec 2009 at 10:13

    Alhamdulillah…
    Akhirnya ada juga pencerahan dari suasana seperti ini.
    Ironis memang, jika pertandingan sepak bola yang disaksikan jutaan mata, harus terusik dengan lagu2 seperti itu. Apalagi mengingat kota Bandung yang terdapat banyak musisi kreatif. Tetapi kelakuan suporternya hanya bisa memaki.
    Padahal sesunguhnya pertandingan yang digelarpun bukan Persib vs PERSIJA…

    Semoga dari tulisan ini, banyak orang yang dapat mengambil hikmah, dan menjadikan sepakbola Nasional lebih baik lagi.

    Spreading PERSIJA reality

  11. abah bobotoh koloton 10 Dec 2009 at 11:29

    DI INGGRIS YG ‘ADEM’ PUN BEGITU ADANYA
    DI AMERIKA, PERTADINGAN ICE HOCKEY MALAH LEBIH PARAH..
    MAKA GIMANA ORG TUA NYA SAJA CARA MENDAMPINGI NYA…
    LINGKUNGAN YG KERAS BELUM TENTU MENGAHSILKAN NEGATIF PULA, TERGANTUNG ORG TUA MENDIDIK NYA…

    KLO SYA BERPIKIRAN SEPERTI KANG FAUZAN, SAYA TDK AKAN MEMBAWA ANAK2 SAYA KELUAR RUMAH SEKALIAN, KARENA SAYA MENILAI LINGKUUNGAN DI LUAR SANGAT KERAS APALAGI INDONESIA…

    NAEK MOBIL, DISEREMPET ANGKOT ATO MOTOR, MALAH PENGEMUDI ANGKOT DAN MOTOR NYA YG SEWOT…

    janteun…?

  12. bobotoh persibon 10 Dec 2009 at 12:12

    yang menyanyikan lagu2 itu BUKAN BOBOTOH tetapi viking (kelompok suporter yang NGAKU2 BOBOTOH).

  13. Rifkyon 10 Dec 2009 at 18:28

    saya pendukung Persija, saya applaus dan salut banget atas tulisan bapak..
    memang semakin membuktikan kalau viking itu suporter ga santun…kalo pas persib main lawan Persija bolehlah itu dinyanyiin sebagai psywar, tapi saat bukan lawan Persija apakah itu layak dinyanyikan?

  14. Babayon 11 Dec 2009 at 21:11

    @abah bobotoh kolot

    Begini Bang, sepertinya sebelum anda menulis komentar matikan dulu rasa fanatisme yang ada didalam otak anda. Barulah anda berpikir dan bisa menulis dengan logika yang jernih.
    Saya rasa hal yg dilakukan Kang Fauzan adalah masuk akal dan bisa diterima.

    Sekarang saya kasih perumpamaan seperti ini:
    Jika anda tau keadaan diluar akan terjadi hujan besar disertai dengan petir. Selanjutnya anda ingin bepergian keluar bersama anak2 anda. Apa yang akan anda lakukan?
    Tetap pergi dengan membawa payung? atau anda tidak pergi sebelum hujan itu berhenti.
    Sepertinya jawaban kang Fauzan disini adalah tidak akan pergi sebelum hujan itu berhenti.

    Jadi janganlah pernah memaksakan kehendak anda hanya atas fanatisme anda dengan mengorbankan anak anda.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply