Jul 22 2008
Tidak Akan Membawa Anak Nonton Persib
Saya, sebagai bapak seorang putra berjanji tidak akan pernah membawa anak saya untuk menonton pertandingan Persib. Mengapa, karena ada hal-hal yang menurut saya negatif dan kurang cocok bagi perkembangan pribadi anak.
Nilai tersebut terkandug dalam yel-yel yang selalu disuarakan oleh sebagian besar bobotoh Persib. Saya mencatat setidaknya ada 2 yel-yel yang liriknya mengandung kata kasar tersebut, seperti :
Viking Bonek sama saja,
asal jangan The Jak,
The Jak itu anj***
dan yel-yel yang berujung pada kalimat :
… The jakmania dibunuh saja …
Saya hanya bertanya, apakah orang Bandung yang katanya mempunyai jiwa kreatif dan berselera seni yang tinggi tidak mampu menciptakan yel-yel yang membangkitkan semangat patriotik dan membawa ke arah hal yang positif serta sportif?
Saya tidak ingin, anak saya menyanyikan lagu tersebut dan menganggap lirik lagu tersebut merupakan hal yang sepele. Bagaimanapun lagu adalah sastra yang mampu menggugah perasaan, baik perasaan pelantun atau perasaan pembaca/pendengarnya. Saya tidak ingin, jika nantinya dia akan menganggap bahwa kata-kata yang memperolok atau merendahkan seperti kata anj*** di atas merupakan kata yang sepele sehingga dia gunakan dalam kehidupan sehari-harinya. Saya juga tidak ingin kelak, kata bunuh masuk dalam alam bawah sadar sebagai hal yang sepele juga.
Alangkah indahnya jika lagu atau yel-yel tersebut mengandung kata-kata positif sehingga dapat membawa perasaan yang positif baik dalam mendukung Persib saja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Selama lirik yel-yel tersebut masih dipakai, maka haram hukumnya bagi anak saya untuk menonton di Siliwangi. Berlebihan ? Saya rasa tidak.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkannya). Janganlah pula wanita-wanita (memperolok- olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan itu) lebih baik daripada wanita (yang memperolok-olokkannya). Janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (Q.S. Al-Hujuraat 49:11).
Wassalam








Saya akan tetap membawa anak saya ke stadion berikut dengan sebuah MP3 ditelinganya. Lagunya tentu saja Kang Ibing.
The Jak itu apa ya? Gak ngerti, gak pernah nonton bola.
The Jak = Jakmania Supporternya Persija Jakarta
Saya juga tidak setuju dengan dilibatkannya anak-anak saat menonton sepak bola langsung di stadion. Mereka riskan terkena hantaman keras baik fisik maupun mentalnya. Selamatkanlah anak buah kita dari hal-hal yang paling buruk. Hanya kita orang tuanyalah yang bisa melindunginya.
Muhun satuju pisan bu, ada bahaya yang sedag mengintai generasi muda kita di stadion
Setuju pak ! Banyak kata-kata dan perilaku tidak pantas diperlihatkan dan terdengar kala kita menonton bola di stadion. Ini tidak baik untuk perkembangan anak kita semua, dan generasi penerus bangsa khususnya. Apakah alih generasi suporter akan menghasilkan suporter yang lebih baik ? Tergantung kita semua. Hidup bolamania…!
Yup, terserah pada diri kita masing-masing. Dan perubahan memang harus dimulai dari diri itu sendiri.
SetUju…
Kn kLo LgUnya baIk” pSti g aKan Ada aCra rUsuh”!!
Tp Sy pndUkung PerSija… So,, Sy g BgtU tw PerSib
PEACE Y