Jul 16 2008
Mana Suara Bobotoh ?
H-4 menjelang pertandingan Super Big Match (ah kayak komentator TV ajah) antara Persib Bandung vs Persija Jakarta di stadion Siliwangi Bandung. Beberapa rekan berusaha mencari tiket pertandingan tersebut, namun apa yang terjadi ?
Sahabat saya mencari tiket tersebut dan ternyata sudah habis kemarin. Kemudian, siang tadi, teman saya yang lain datang ke Gurame dan memang masih ada tiket yang dijual. Akan tetapi harga tiket telah naik berlipat. Harga tiket untuk tribun selatan yang biasanya Rp. 10.000 sekarang beredar Rp. 75.000,-.
Masalah calo memang menjadi masalah klasik di kota ini. Setiap Persib akan melakukan pertandingan kandangnya, maka para calo dan bobotoh seakan berlomba mendapatkan tiket pertandingan. Dan seperti yang terjadi sekarang, para calo kembali menguasai tiket dan bobotoh harus membelinya dengan harga yang mahal.
Menurut saya, ada beberapa faktor yang menyebabkan calo tiket tumbuh dan berkembang di Bandung, yaitu :
-
Hukum penawaran dan permintaan berlaku di sini. Karena persediaan tiket terbatas, ketika semakin tinggi permintaan bobotoh, maka semakin mahal pula harga. Maka para calo dengan mudah dapat mempermainkan harga.
-
Sistem pendistribusian. Panitia mencetak tiket kemudian sebagian disebarkan melalui agen-agen dan kemudian lepas tangan begitu saja tanpa ada pengawasan lagi. Apalagi, para calo sepertinya mempunyai akses yang membantu mereka mendapatkan tiket lebih gampang.
-
Perilaku sosial masyarakat setempat dalam hal ini masyarakat Sunda sendiri. Mereka bersifat membiarkan hal ini tumbuh. Seakan-akan meridhoi apa yang terjadi walau mereka sendiri didzalimi dalam kasus ini. Mungkin kita banyak mendengar semangat para bobotoh yang rela mati demi Persib. Tapi menghadapi mafia calo saja mereka takut dan nrimo apa adanya. Kalau begitu, untuk apa membuat perkumpulan bobotoh kalau menghadapi hal ini saja ketakutan setengah mati.
-
Dan terakhir, mungkin para penegak hukum resmi tidak tertarik dengan masalah ini. Padahal telah terjadi penimbunan, yang merugikan sebagian besar masyarakat Bandung.
Saya masih ingat pada perhelatan Piala Asia tahun kemarin. Para calo yang ketahuan berkeliaran di stadion dibantai habis-habisan oleh para penonton lainnya. Beranikah bobotoh dan perkumpulannya melakukannya, berdemo dan menyapu habis mereka, demi bobotoh lain yang terdzalimi, demi Persib tercinta. Jika tidak, mending bubar saja lah. Kecuali kalau para pengurus pusatnya ada main sama calo, itu soal lain.
“Tidak akan melakukan penimbunan kecuali orang yang berdosa”. (HR Muslim)
Wassalam







