Jun 24 2008

Pilkada Bandung

Published by hevi.fauzan at 21:51 under Bandung, renungan

Saya tak sengaja mengobrol dengan seorang ibu yang kebetulan suaminya seorang RT di kota Bandung. Dari obrolan tersebut, terselip tema pilkada dan kampanye salah satu calon incumben yang mengajukan kembali menjadi calon walikota Bandung periode mendatang. Ternyata, si ibu ditawari uang Rp. 400 ribu, dengan syarat si Ibu RT tersebut turut mendukung dan sekalian mengajak warganya untuk memilih sang calon. Mengapa si Ibu kebingungan, ternyata ada cerita menarik di balik keraguannya.

Beberapa bulan yang lalu, si Ibu jatuh sakit. Keadaan ekonomi yang pas-pasan dengan 4 orang anak dan penghasilan suami yang dapat dikatakan kurang, membuat si ibu tidak dapat mendapatkan perawatan kesehatan yag layak. Tapi untunglah, ada satu partai yang menolongnya. Si ibu mendapatkan perawatan yang layak dan akhirnya kesehatannya pun berangsur membaik. Dan sekarang, partai itu pun mengajukan calon walikota alternatif menjelang Pilkada di kota Bandung.

Pikiran saya pun berkelana ke beberapa waktu lalu. Ketika saya masih menjaga warnet di Bandung dan kebanjiran order membuat sebuah proposal. Setelah diteliti, ternyata proposal tersebut adalah proposal pengajuan bantuan bagi usaha kecil yang sumber dana nya berasal dari walikota. Lumayan lah dana maksimal 5 juta merupakan dana segar tambahan bagi para pengusaha miskin. Tak sengaja kemarin saya bertemu dengan salah satu teman saya yang saya bantu dibuatkan proposal. Beliau mengatakan bahwa beliau sudah mendapatkan sebagian dana dan sebagian lagi akan dikucurkan kembali, menjelang pilkada.

Saya berpikir, dari dua kejadian di atas terlihat jelas, bahwa calon walikota incumben sedang membagi-bagikan sejumlah uang. Baik bagi para ketua RT, yang tidak mustahil ketua RW, lurah, camat, maupun para pengusaha kecil lainnya. Bukan saya iri karena tidak mendapatkan dana tersebut, tapi saya hanya dapat mengatakan betapa calon walikota incumben ini sangat banyak uangnya, sehingga mampu memberi dan membagi dana yang begitu besar bagi masyarakat kota Bandung.

Korupsi dan money politic ? ah tidak, saya tidak mau berburuk sangka dengan kata tersebut. Biarlah masyarakat yang sudah cerdas untuk menilai. Dan seperti yang si Ibu bilang, praktek itu hanya terjadi ketika menjelang pemilu atau pilkada saja, setelah itu hilang tak berbekas.

Kalau begitu, mengapa bingung memilih bu?

Tema Terkait :

9 responses so far

9 Responses to “Pilkada Bandung”

  1. Aki herryon 24 Jun 2008 at 22:54

    Aduh pengalaman mah baru sampe wali murid euy..( eh teu nyambungnya?)

    Wali-Blogger kalee… ;)

  2. bayuhebaton 24 Jun 2008 at 23:50

    saya rasa rakyat dah cerdas kok sekarang. sogokan diambil tapi milih mah pake hati :D

    yup, betul. Itu sebenarnya udah dibilangin ke si ibu RT. Tapi tetep euy, si ibu nya punya prinsip dan takut dicap plin plan kalau nerima dana dari calon incumben.

  3. [...] saja SD Merdeka dan SD Banjarsari jangan SD-SD nu dekeut leweung. Tidak usah pula sampai menggelar money politic, malu dong ah…!! Sudah tua-tua masih bertindak licik macam itu. Bagaimana mau jadi teladan [...]

  4. cuwekson 07 Aug 2008 at 8:54

    Yah… baru tau ya… kalo pilkada mah emang gitu (bedanya ama pilgub, mereka kelimpungan karena dananya harus banyak banget, makanya mereka ga menang), kayak pilkada di Bekasi kemaren juga banjir duit dimana-mana.. dan .. udah pasti yang bagi2 duit yang menang.. sungguh, itu fakta masyarakat saat ini (apalagi kota Bekasi bukan kota pelajar)
    Di Bandung kota pelajar.. tapi mereka kan bukan penduduk Bandung… jadi…. walaupun saya berharap yang ‘Bersih’ menang, tapi kayaknya sama ama Bekasi deh…..

    liat aja hasilnya nbeso, semoga yang bersih menang… ;)

  5. ibun lungsuron 08 Aug 2008 at 1:15

    Weleh weleh…
    Dah liat tayangan/berita calon bupati dari daerah lain yang ngga berhasil????
    Ngutang untuk kampanye..??!!
    Nah kayanya disini juga gitu deh… ngutang sana-sini, kerid abis tabungan untuk digunakan dalam kampanye, dengan harapan kalau menang semua utang dan tabungan dapat gantinya.!
    Yeehh.. niatnya aja udah ngga baleg, apalagi kalau udah jadi terpilih, bisa tambah bangkrut atuh negara teh..

    PIS …LAH..

  6. Odas Sunjana.Aon 09 Aug 2008 at 15:24

    Di beberapa daerah di kota Bdg yg Besok mau PilKadal memang terjadi Politik Duit, masalahnya duit sebanyak itu darimana sumbernya? kita semua tahulah Yang 32 thn memerintah pasti dengan berbagai macam cara untuk memenangkan Pilkadal ini yang didukung oleh para sponsor yang mempunyai kepentingan masing2.
    Saya cuma menganjurkan Kalo ada yang mau ngasih duitmah terima aja, masalah nyoblosnya jangan dituruti biar kapok !!!!!!!!

    Satuju kang, ambil duitna,colok lawannya, hahaha… ;)

  7. [...] trik khusus yang dapat diterapkan, jika praktek politik uang (money politics) menghampiri anda pada pilkada Bandung kali ini, yaitu : AMBIL UANGNYA, COBLOS [...]

  8. cuwekson 11 Aug 2008 at 1:00

    Bener kan.. yang kubilang….

    Bener euuy, yang punya duit yang bakalan menang nih… ;)

  9. [...] Money Politic: Politik Uang Pilkada Bandung – fauzan.persib.net [...]

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply