May 23 2008

Ngantuk-Lapar, saat Ujian

Published by hevi.fauzan at 8:27 under renungan

Kurang tidur dan perut kosong, itulah kondisiku ketika mengahadapi tes masuk ujian program pasca di salah satu PTN di Bandung tanggal 22 Mei kemaren. Ada 2 kejadian yang aneh, lucu, dan memang akibat kecerobohan sendiri.

Tanggal 21 Mei aku tidur jam 23.00. Alarm HP di set supaya berteriak jam 1.00. Bukan apa2, tetapi aku ingin nonton final UCL antara MU dan Chelsea. Kemudian aku bangun karena alarm tadi, dan nongkrongin TV. Setelah nonton, aku malah tidur2 menemani anakku yang juga nonton samopai tak terasa aku ketiduran. Parahnya, aku terbangun jam 5.45. Karena aku tinggal di Rancaekek aku langsung memburu waktu, mandi, sholat subuh, dan langsung pergi tanpa sarapan. Dengan menumpangi motor pinjaman, aku pergi ke kampus yang letaknya di jalan Setiabudi itu.

Untunglah, karena aku sedikit berlari menggunakan motor, aku tidak terlambat melaksanakan tes pertama, yaitu Bahasa Inggris.

Kejadian pertama pun muncul. Karena kurang tidur, aku diserag rasa kantuk. Akan tetapi kemampuanku ada batasnya. Aku mengerjakan soal sambil berjuang menahan kantuk dan berusaha untuk tidak tertidur. Tapi parahnya, aku tidak kuat dan kata urang sunda bilang “ngalenyap”, hingga pinsil yang saya pegang terlepas. Sistem otakku mereset sendiri. Tapi syukurlah sesudah kejadian itu, aku yang terkejut langsung segar kembali, dan mengerjakan soal2 bahasa Inggris dan otakku tak mengalami bad sector akibat proses restart itu.

Kejadian kedua muncul pada saat Tes Potensi Akademik. Soal2 awal berhasil dituntaskan, tapi soal-soal nomer akhir gagal aku tuntaskan semua. Kenapa? Ternyata, pasokan gizi ke otakku udah abis, sehingga aku gak bisa berpikir lagi. Apalagi soal2 terakhir TPA memakai gambar misalnya rangka sebuah kubus yang kulitnya diberi gambar.

Dengan sekuat pikiran, aku berusah membangun kubus dalam otakku dengan ragka yang disedikan di lembar soal. Tapi otakku ga bisa kompromi lagi. Aku gagal menghayalkan warna2 dan bentuk garis pada kulit kubus sehingga gak bisa menjawab soal. Perasaan, kalau menghayal aku jagonya, tapi tidak kali ini. Dengan penuh kepasrahan tapi sedikit menenangkan diri, aku menyerah dan meninggalkan jawaban yang masih ada bulatan kosongnya.

Ternyata tidur dan makan merupakan hal yang penting di saat-saat seperi itu. Semua yang saya bisa dan hafalkan, hancur karena kurang makan dan tidur. Dan semoga saja, aku lulus walaupun banyak jumlah bulatan kosong yang mencapai kira 10% itu. Wassalam

Materi yang berkenaan dengan tidur dan pekerjaan/pelajaran :

Random Posts

2 responses so far

2 Responses to “Ngantuk-Lapar, saat Ujian”

  1. [...] pengumuman yang dinantikan itu datang juga. Dan akhirnya aku layak masuk ke perguruan tinggi yang terkenal di kota kembang ini. Akhirnya aku lulus untuk dapat menuntut ilmu yang sempat [...]

  2. dina - obenkon 18 Oct 2009 at 10:32

    hm..makanya…kalo mau tes teh tiduuur, sarapan. aya2 wae si kang hevi mah..:p…

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply