Mar 10 2008
Tentang Kaos Batagor
Sebenarnya, kemarin saya mau mengajak keluarga ke Kopdar di THR Djuanda di Dago. Lumayan sekalian jalan-jalan. Dan istri saya yang asli orang Ciamis pun sangat ingin kembali ke THR, setelah istri saya pernah mengunjunginya beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi sahabat istri saya datang dan menginap di rumah. Karena gak enak, maka istri sayapun batal ikut ke Dago.
Karena semuanya udah tahu bagaimana keadaan kopdarnya, maka saya menceritakan intinya saja.
Karena saya telat datang, maka saya belum mendapatkan kaos kopdar. Karena berpikir annti juga akan kebagian maka saya memutuskan untuk membeli nya entar. Setelah acara pungut sampah dan kemudian masuk acara perbincangan, di dalam ruangan pertemuan tersebut, saya memesan kaos kepada teh Angga (kalau gak salah), dan beliau pun memberikan kaos sisa. Sisa disini maksudnya bukan kaos sisa pake, tapi sisa pilihan, siapa suruh telat, yee… Kaos tersebut berjumlah 3 kaos. Semuanya berukuran M, dengan gambar logo berada di bawah. Saya memutuskan untuk membeli kaos itu, karena beberapa hal. Pertama ukuran M mungkin cocok untuk istri saya dan gambar logo yang berada di bawah sangat cocok untuk cewek yang berjilbab.
Waktupun berlalu. Setelah sampai di rumah, saya memberikan kaos tersebut kepada istri saya. Apa yang kemudian terjadi ? Apakah istri saya senang, menangis terharu? Ternyata tidak teman-teman. Kaos yang saya beli ukurannya kekecilan buat istri saya. Saya pikir ukuran pakaian untuk istri saya masih M. Ternyata setelah diperhatikan, ternyata badan istri saya telah upgraded ke ukuran level L. Aduh, tadinya mau ngasih oleh-oleh buat istri, ternyata gak muat. Gimana nih? mungkinkan bisa ditukar? hihi. Mungkin ini adalah kesalahan si pekerja konveksi karena telah memberikan label yang yang salah kepada kaos ini. Seharusnya label S yang dipasang. Atau saya yang salah, koq saya gak tahu ukuran pakaian istri saya ya? Jadi kedepannya saya harus membeli pakaian ukuran L (atau mungkin XL) untuk dipakai oleh istri saya.
Ah mungkin tidak ada yang salah, karena memang mungkin ini adalah kesalahan saya dan saya tidak mau disalahkan atas kesalahan ini, bingung khan ? Tetapi pertanyaan itu selalu menghantui sejak malam tadi : Koq saya gak tahu ukuran pakaian istri saya ya? Padahal …
Wassalam



Sami2 kang, Aduh punten kang kirang terang abdi mah.
kapan bisa ketemuan? Kebetulan masih di mobil saya semuanya.
Jadi bisa dipilih sendiri..
Buat yg lain yg belum dapat, silahkan hubungi saya ya..
Nuhun ki, Insya Alloh, Ieu mah mung curhat hungkul. hihi
Bisa pesen ke angga gak ya?
Koq nyasar k sini curhat-nya, hehe.
Tuh Aki Herry masih punya-eun stoknya. Malahan aku jg mau ganti ah, kekecilan.
[...] BBY II di tahura Dago, saya gak pernah lagi ikut kegiatan Batagor. Apalagi skrg saya sdg di Saudi. Mungkin insya Allah jika saya pulang ke Bandung, saya bisa [...]