Mar 04 2008

Too High Expectation

Published by hevi.fauzan at 13:29 under renungan

IMG 0047 Too High ExpectationTulisan ini adalah buah dari hasil kekecewaan saya hari ini. Dua minggu yang lalu, seorang client lewat penghubungnya, yang merupakan teman saya, meminta saya untuk membuat sebuah situs pribadi. Saat itu juga, saya kirim harga dan referensi situs yang sesuai dengan keinginan beliau. Sinyal positif pun saya dapatkan dari penghubung beliau. Setelah dua minggu menunggu, coba telepon lagi teman saya, tetapi jawabannya ternyata negatif. Beliau telah membuat situs itu kepada orang lain.

Biasanya, saya ikhlas dengan hal ini. Karena ini merupakan masalah rezeki dari Tuhan kepada umat-Nya. Mungkin ini bukan yang terbaik bagi saya pribadi. Yang menjadi penyesalan, adalah bahwa saya telah membuat semua list, seandainya proyek itu goal. Saya telah menganggarkan alokasi dana itu, termasuk membayar kewajiban-kewajiban saya pribadi kepada pihak lain.

Kesalahan saya di sini adalah, bahwa saya terlalu yakin akan mengerjakan proyek ini, karena sinyal positif tadi. Kemudian, saya tidak melakukan hal lainnya, tetapi hanya menunggu proyek tsb. Maka, ketika proyek ini tidak jadi, saya sangat kecewa terhadap diri saya, karena saya terlalu menunggu proyek ini saja dan tidak memperhatikan hal-hal lain.

Kekecawaan adalah hal yang fitrah bagi kita sebagai manusia. Bagaimanapun, tidak semua hal bisa kita dapatkan, tidak semua hal bisa kita terima dan miliki. Dan semua tergantung kepada kesiapan kita. Jika seandainya kita tidak siap, maka Tuhan tidak akan memberikannya untuk kita. Tuhan menginginkan yang terbaik untuk kita, itu teori dasar saya ketika menghadapi kekecewaan. Maka, ketika tahun kemarin saya tidak mengambil hak saya untuk berkuliah di program master Ekonomi Syariah di UIN Bandung karena masalah biaya misalnya, saya tidak kecewa, karena mungkin ini yang terbaik buat saya.

Berbeda jika kekecewan ini terjadi karena kesalahan saya sendiri. Ketika saya dihadapkan pada satu hal yang menjanjikan, Kemudian saya terlena dan mersponnya dengan pengharapan yang sangat tinggi, maka saya merasa kecewa dan jatuh, ketika hal tersebut batal dan tidak menjadi milik saya. Saya kecewa bukan karena keinginan tidak terpenuhi, tetapi saya kecewa karena pengharapan saya yang terlalu tinggi dan membiarkan kesempatan lain, lewat begitu saja.

Dan mungkin ini adalah pelajaran yang sangat berharga buat saya. Dan saya akan terus berjuang dengan senjata yang masih saya punyai, keikhlasan.

Wassalam

Tema Terkait :

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply